Contoh Kumpulan Soal PPPK Perawat dan Jawabannya

soal,  pppk,  tryout,  perawat,  ayopppk,  soal pppk,  download,  soal p3k perawat pdf,  soal pppk perawat 2023,  soal p3k perawat 2023 pdf,  kisi-kisi soal p3k perawat,  soal pppk kesehatan 2023 pdf,  soal pppk perawat ahli pertama,  contoh soal p3k perawat dan jawabannya,  download kumpulan soal p3k perawat dan jawabannya,
contoh soal pppk perawat

Soal p3k perawat pdf - Apa kabar sahabat pppk ! Diadakan tes seleksi pppk bagi tenaga kesehatan oleh pemerintah untuk mengisi jabatan di berbagai bidang, antaranya formasi kedokteran, farmasi, kebidanan, perawat, gizi, farmasi dan sebagainya. 

Perlu diingat, Persaingan untuk lulus seleksi PPPK mengharuskan para pesertanya mempersiapkan diri dengan maksimal. Oleh hal demikian, perlu selalu berlatih soal tes P3K sebagai bekal menghadapi tes sesuai formasi/Instansi yang diikuti masing-masing peserta.

Nah, disini kami mencoba mengumpulkan beberapa Soal Uji Kompetensi Keperawatan Medikal Bedah yang bisa dijadikan referensi serta latihan soal p3k kesehatan secara mandiri.


Soal Uji Kompetensi Keperawatan Medikal Bedah No. 21 - 40

21. Pasien Tn. J dirawat di Rumah Sakit Medika dengan GGK. Saat ini pasien sedang menjalani hemodialisa ke-10. Hasil pengkajian : pasien mengeluh pusing, lemas, berkeringat dan pandangan kabur. Tekanan darah 90/70 mm/Hg, frekuensi nadi 92 x/menit.

Apakah tindakan yang tepat dilakukan perawat?

a. Berikan pasien minum

b. Tinggikan kepala 45 derajat

c. Monitor tanda-tanda vital berkala

d. Berikan balsem pada kepala pasien

e. Posisikan pasien dengan kepala lebih rendah dari kaki

Jawaban: (E) Posisikan pasien dengan kepala lebih rendah dari kaki

Pembahasan: 

Data fokus masalah adalah pasien mengeluh pusing, lemas, berkeringat dan pandangan kabur. TD 90/70 mm/Hg, HR 92 x/menit. Masalah keperawatan yang mungkin muncul pada kasus adalah resiko perfusi serebral tidak efektif yang disebabkan oleh adanya hipotensi yang dialami pasien yang merupakan suatu komplikasi proses tindakan hemodialisa. Tindakan yang tepat dilakukan adalah memposisikan pasien dengan kepala lebih rendah dari kaki. Posisi elevasi kaki merupakan pengaturan posisi dimana anggota gerak bagian bawah diatur pada posisi lebih tinggi dari jantung sehingga darah balik ke jantung akan meningkat dan penumpukan darah pada anggota gerak bawah tidak terjadi. Posisi elevasi kaki yang akan menyebabkan tekanan aliran darah dari ujung kaki meningkat ke daerah jantung dan kepala, hal ini akan menjaga kestabilan tekanan darah.


22. Pasien Tn. A 24 tahun dirawat di Rumah Sakit akibat terjatuh dari motor. Hasil pengkajian : pasien mengatakan luka pada paha kanan, terasa perih dan masih berdarah. Luka tampak seperti robekan, masih berdarah dengan ukuran 3x2x3 cm. Apakah jenis luka yang terdapat pada pasien?

a. Vulnus punctum

b. Vulnus excoriasi

c. Vulnus laceratum

d. Vulnus contussum

e. Vulnus perforatum

Jawaban: (C) Vulnus laceratum

Pembahasan: 

Jenis-jenis luka berdasarkan penyebabnya: 

  • Vulnus excoriasi atau luka lecet/gores adalah cedera pada permukaan epidermis akibat bersentuhan dengan benda berpermukaan kasar atau runcing. 
  • Vulnus scissum adalah luka sayat atau iris yang ditandai dengan tepi luka berupa garis lurus dan beraturan. 
  • Vulnus laceratum atau luka robek adalah luka dengan tepi yang tidak beraturan biasanya karena tarikan atau goresan benda tumpul. Luka ini memiliki dimensi panjang, lebar dan dalam, dapat dijumpai pada kecelakaan lalu lintas dimana bentuk luka tidak beraturan dan kotor, kedalaman luka bisa menembus lapisan mukosa hingga lapisan otot. 
  • Vulnus punctum atau luka tusuk adalah luka akibat benda runcing yang biasanya kedalaman luka lebih dari pada lebarnya. 
  • Vulnus morsum adalah luka karena gigitan binatang. 
  • Vulnus contussum atau luka lebam adalah luka akibat pecahnya pembuluh darah di bawah kulit, tidak terjadi robekan dan perdarahan keluar. 
  • Vulnus combutio adalah luka karen terbakar oleh api atau cairan panas maupun sengatan listrik, biasanya luka disertai bula dan warna kulit menghitam.


23. Isosorbid mononitrat diresepkan untuk pasien Angina Pektoris. Pasien mengatakan kepada perawat bahwa obatnya menyebabkan sakit kepala kronis. Manakah dari tindakan dibawah ini yang dapat disarankan pada klien?

a. Hubungi tim medis

b. Hentikan pengobatan

c. Minum obat sebelum makan

d. Minum obat bersama makanan 

e. Kurangi dosis menjadi separuhnnya

Jawaban: (D) Minum obat bersama makan

Pembahasan: 

Isosorbide mononitrat merupakan obat antiangina. Sering sakit kepala merupakan efek samping obat dan biasanya akan hilang selama terapi pengobatan yang teratur. Jika sakit kepala terjadi selama pengobatan klienharus diintruksikan untuk minum obat bersama makanan atau kue. Tidak perlu menghubungi tim medis kecuali sakit kepala menetap selama pengobatan. Tidak seharusnya mengintruksikan pasien untuk berhenti minum obat atau menyesuaikan dosis.


24. Seorang perawat sedang memberikan penjelasan kepada pasien untuk persiapan pulang pada pasien dengan kanker prostat setelah tindakan Prostatectomy. Penjelasan yang diberikan agar pasien tidak mengangkat barang dengan bobot lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu. Apakah diagnosa keperawatan yang tepat dengan rencana tersebut?

a. Resiko gangguan cairan

b. Gangguan eliminasi urine

c. Resiko komplikasi pendarahan

d. Resiko gangguan mobilitas fisik

e. Gangguan aktivitas dan istirahat

Jawaban: (C) Resiko komplikasi pendarahan

Pembahasan: 

Untuk mencegah mengangkat beban yang lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu merupakan penjelasan yang tepat bagi pasien pasca prostatectomy untuk mencegah komplikasi pendarahan. Masalah keperawatan yang tepat adalah resiko komplikasi pendarahan.


25. Pasien Ny. T berusia 55 tahun dirawat di rumah sakit dengan gagal jantung. Pasien mengeluh sesak nafas dan batuk mengeluarkan sekret putih encer. Pasien juga mengeluh mual, anoreksia dan tidak bisa tidur. Pasien nampak cemas dan gelisah. Hasil pemeriksaan didapatkan suara nafas tambahan cracles (rales), tekanan darah 170/100 mmHg, frekuensi nadi 115 x/menit, frekuensi nafas 26 x/menit, suhu 37˚C. Apakah Penyebab utama timbulmya gagal jantung pada kasus di atas?

a. Gangguan kontraksi miokardium 

b. Peningkatan beban kerja jantung 

c. Peningkatan beban volume jantung 

d. Peningkatan beban tekanan jantung 

e. Gangguan pengisian ventrikel jantung

Jawaban: (D) Peningkatan beban tekanan jantung 

Pembahasan: 

Tekanan jantung dengan di tandai TD 180/100 mmHg yang menyebabkan beban jantung meningkat, pasien akan sesak karena suplai O2 dalam paru kurang.


26. Seorang perawat membantu rencana pengembangan perawat pasien dengan hiperparatiroid untuk mendapatkan terapi Calcitonin-human (Cibacalcin). Hasil manakah yang paling diharapkan terjadi sebagai manfaat terapi ini?

a. Bebas nyeri

b. Penurunan kadar potasium

c. Pasien terbebas dari efek samping

d. Pasien mencapai kadar serum kalsium dalam batas normal

e. Pasien menyampaikan pemahaman yang baik tentang terapi

Jawaban: (D) Pasien mencapai kadar serum kalsium dalam batas normal

Pembahasan: 

Hiperkalsemia dapat terjadi pada pasien dengan hiperparatiroid, dan kalsitonin digunakan untuk menurunkan kadar kalsium dalam plasma. Tujuan utama terapi ini adalah untuk menurunkan kadar serum kalsium. Pilihan A tidak berhubungan terapi ini. Meskipun pilihan B, C, E adalah juga tujuan terapi ini, namun bukan lah prioritas dari penatalaksanaan terapi.


27. Seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit dengan diabetes mellitus tipe I mendapat NPH dan regular insulin 2 jam yang lalu pada pukul 07.00. Pasien memanggil perawat dan melaporkan bahwa ia merasa lapar, gemetar dan lemas. Pasien makan pagi pada pukul 08.00 dan akan makan siang. Perawat harus membuat daftar urutan prioritas tindakan. Susunlah urutan tindakan yang harus dilakukan. Semua pilihan harus dimasukkan.

i. Periksa tanda- tanda vital klien

ii. Tes ulang kadar glukosa darah klien

iii. Periksa kadar glukosa darah klien

iv. Berikan klien setengah cangkir jus buah untuk diminum

v. Berikan klien camilan kecil yang mengandung karbohidrat dan protein

vi. Dokumentasikan keluhan klien, tindakan yang diambil dan hasilnya

Urutan tindakan manakah yang akan dilakukan oleh perawat?

a. iii, iv, i, ii, v, vi

b. ii, i, iv, iii, v, vi

c. v, ii, i, iv, iii, vi

d. v, iv, iii, ii, i, vi

e. iv, iii, ii, i, v, vi

Jawaban: (A) iii, iv, i, ii, v, vi

Pembahasan: 

Pasien mengalami gejala hipoglikemi ringan. Jika terdapat gejala lapar, iritabel, gemetar atau lemas, perawat pertama kali harus mengecek kadar gula darah untuk memastikan bahwa pasien mengalami hipoglikemia. Setelah dipastikan, perawat akan memberikan 10-15 gr karbohidrat dan kemudian mengecek kembali kadar gula darah dalam waktu 15 menit. Sementara itu, perawat akan mengukur tanda-tanda vital. Perawat akan memberikan makanan lain yang mengandung 10-15 gr karbohidrat jika gejala pasien belum hilang. Atau sebaliknya perawat akan memberikan makanan ringan mengandung karbohidrat dan protein jika jadwal makan selanjutnya lebih dari 1 jam dari waktu kejadian. Setelah dilakukan tindakan dan perbaikan, status hipoglikemi, perawat akan 

mendokumentasikan kejadian, tindakan dan hasil.


28. Pasien Tn. B berusia 22 tahun dengan DHF mendapatkan terapi cairan NaCl 0,9% 1000 ml dan RL 1500ml dalam waktu 24 jam, jika digunakan faktor tetes 20 tts/ menit berapakah kecepatan tetesan infus yang diberikan pasien Tn. B?

a. 35 tts/ menit

b. 31 tts/ menit

c. 38 tts/ menit

d. 39 tts/ menit

e. 30 tts/ menit

Jawaban: (A) 35 tts/menit

Pembahasan: Ingat 1 kolf 500 ml

Maka NaCl 0,9% = 1000 : 500 = 2

Rl = 1500: 500 = 3

NaCl + RL = 2 + 3 = 5

Jadi rumusnya

= Total cairan infus × 7 × (24 jam : waktu pemberian )

= 5 × 7 × (24 jam : 24 jam)

= 5 × 7 × 1

= 35 tetes/menit (kecepatan tetesan infus yang diberikan)


29. Seorang pasien berusia 45 tahun dengan diagnosa infark miokardial dan gangguan fungsi ginjal sedang dalam pemulihan di unit jantung. Tekanan darah pasien ada di batas bawah dan telah mendapatkan infus cairan intravena 100 ml/jam melalui kateter sentral di jugular interna kanan selama kurang lebih 24 jam untuk meningkatkan output ginjal dan mempertahankan tekanan darah. Saat memasuki ruangan pasien, perawat mencatat bahwa pernapasan pasien cepat dan batuk, perawat menyimpulkan pasien seperti mengalami komplikasi terapi intra vena yang mana?

a. Hematoma

b. Infeksi sistemik

c. Syok anafilaktik

d. Embolisme udara

e. Circulatory overload

Jawaban: (E) Circulatory overload

Pembahasan: 

Circulatory (fluid) overload adalah komplikasi terapi intra vena. Gejala meliputi pernapasan cepat, sesak, batuk berdahak dan crackles. Ketika circulatory overload terjadi, tekanan darah meningkat. Hematoma di tandai dengan ekimosis, pembengkakan, serta kebocoran pada lokasi insersi intravena line yang disertai dengan nyeri dan keras pada area tersebut. Embolisme udara ditandai dengan takikardi, sesak, hipotensi, sianosis, dan penurunan kesadaran. Infeksi sistemik ditandai dengan sensasi panas dingin, demam, malaise, sakit kepala, mual, muntah, nyeri punggung, dan takikardia.


30. Seorang laki-laki 28 tahun dibawa ke Rumah Sakit karena mengalami luka bakar pada lengan tangan kiri serta kaki kanan bagian atas, TD 120/70 mmHg, HR 110 x/menit, RR 20 x/menit BB 50 kg. Perawat akan memberikan cairan infus. Berapa tetesan infus untuk 8 jam pertama? (Faktor tetesan 1cc : 20 tetes)

a. 75 tts/menit

b. 90 tts/menit

c. 80 tts/menit

d. 96 tts/menit

e. 85 tts/menit

Jawaban: (A) 75 tts/menit

Pembahasan: 

Luas luka bakar tangan 9 %, pada 1 kaki 18 %, jika yang terkena 

luka bakar bagian kaki kanan bagian atas luas luka bakarnya 9 %. Jadi total luas 

luka bakar pada pasien adalah 18 %. Pemberian cairan untuk 8 jam pertama 

diberikan ½ dari kebutuhan cairan.

Rumus: 4 ml RL x BB Kg x % LLB

= 4 x 50 x 18

= 3600 ml 2

= 1800 ml

= 1800 x 20 8 x 60

= 36000 480

= 75 tpm

Jadi, tetesan infus pada 8 jam pertama yang harus diberikan adalah 75 tts/menit


31. Perawat sedang manganalisis hasil laboratorium pasien dengan sirosis dan menemukan bahwa tingkat amonianya tinggi. Manakah yang seharusnya diresepkan perawat kepada pasien?

a. Diet tinggi protein

b. Diet lemak sedang

c. Diet rendah protein

d. Diet tinggi karbohidrat

e. Diet rendah karbohidrat

Jawaban: (C) Diet rendah protein

Pembahasan: 

Sirosis merupakan penyakit hati kronis, progresif yang ditandai dengan degenerasi difus dan kerusakan hepatosit. Kebanyakan amonia dalam tubuh ditemukan pada saluran GI. Protein yang diperoleh dari diet diangkut ke hati dengan vena portal. Hati memecah protein yang menghasilkan pembentukan amonia. Jika pasien memiliki ensefalopati, diet rendah protein akan diresepkan.


32. Seorang anak berusia 5 tahun di bawa ke Rumah Sakit dengan kecurigaan Lymphocitic Leukemia (ALL). Pemeriksaan diagnostik manakah yang perlu di ketahui perawat untuk meyakinkan kecurigaan ALL ?

a. Fungsi lumbal

b. Biopsi sumsum tulang

c. Pemeriksaan hitung platelet

d. Pemeriksaan hitung sel darah putih

e. Pemeriksaan hitung sel darah merah

Jawaban: (B) Biopsi sumsum tulang

Pembahasan: 

Uji untuk mengkonfirmasi leukemia adalah pemeriksaan mirkroskopik sumsum tulang yang didapatkan melalui biopsi dan aspirasi. Jumlah sel darah putih dapat meningkat ataupun menurun pada leukimia. Fungsi lumbal dilakukan untuk memeriksa ada atau tidaknya sel blast dalam cairan spinal sebagai indikasi penyakit yang terjadi pada SSP. Gangguan pada jumlah platelet dapat terjadi karena efek samping kemoterapi.


33. Seorang pasien mendapat digoksin (Lanoxin) setiap hari. Perawat mencurigai terjadinya keracunan. Tanda gejala manakah yang tepat dengan perawat mencurigai terjadinya keracunan pada pasien? 

a. Pusing

b. Nyeri dada

c. Denyut nadi apikal 63 x/menit

d. Kadar serum digoksin 2,3 mg/mL

e. Kadar serum potasium 3,9 mEq/L

Jawaban: (D) Kadar serum digoksin 2,3 mg/mL

Pembahasan: 

Tanda dan gejala keracunan digoksin diantaranya adalah gangguan pada sistem pencernaan, bradikardi, gangguan penglihatan, dan hipokalemia. Kadar serum digoksin yang terapeutik adalah 0,5 sampai 2 mg/mL. Kadar serum kalium normal 3,5 sampai 5,0 mEq/L. Denyut nadi apikal normal 60x/menit atau lebih.


34. Seorang pasien wanita mengalami vertigo berat. Manakah intruksi yang harus diberikan perawat pada pasien untuk membantu mengontrol vertigonya?

a. Terlentang dan melihat televisi

b. Menghindari lampu yang terang

c. Meningkatkan sodium dalam makanan

d. Menghindari pergerakan kepala tiba-tiba

e. Meningkatkan konsumsi cairan sampai 3000 mL/hari

Jawaban: (D) Menghindari pergerakan kepala tiba-tiba

Pembahasan: 

Perawat mengintuksikan pasien untuk melakukan pergerakan kepala secara perlahan untuk mencegah vertigo memberat. Perubahan diet seperti menghindari garam dan cairan bisa menurunkan jumlah cairan endolimfatik kadang diresepkan. Terlentang sambil melihat televisi dan menghindari lampu yang terang tidak akan mengontrol vertigo.


35. Seorang pasien berusia 25 tahun dirawat dengan diagnosis depresi berat. Selama diagnostik, perawatan menemukan pasien telah terjadi gangguan nutrisi berhubungan dengan asupan nutrisi yang tidak adekuat. Intervensi manakah yang perlu dilakukan pertama kali berhubungan dengan keadaan gangguan nutrisi?

a. Lakukan terapi nutrisi parenteral

b. Timbang berat badan pasien tiga kali setiap minggu sebelum sarapan

c. Jelaskan kepada pasien tentang pentingnya menjaga asupan makanan dengan baik

d. Laporkan keadaan status nutrisi pasien kepada psikiater dan lakukan konsultan tentang nutrisi segera mungkin.

e. Menganjurkan pasien beberapa makan dalam jumlah kecil dan teratur setiap hari dan jadwalkan interaksi keperawatan singkat setiap saat pemberian makanan.

Jawaban: (E) Menganjurkan pasien beberapa makan dalam jumlah kecil dan teratur setiap hari dan jadwalkan interaksi keperawatan singkat setiap saat pemberian makanan.

Pembahasan: 

Peubaham nafsu makan adalah salah satu gejala utama depresi. Dengan menganjurkan makan dalam porsi kecil dan sering kapada pasien. kehadiran perawat untuk mendukung atau bahkan memberi makan kepada pasien adalah intervensi yang paling tepat. Pasien depresi akan mengalami penurunan kemampuan konsentrasi dan tidak mampu memahami pentingnya asupan nutrisi adekuat. Melaporkan masalah nutrisi kepada psikiater adalah tindakan yang dapat dibenarkan, namun tidak menjawab kebutuhan intake nutrisi pasien.


36. Perawat memberikan petunjuk pada pasien diabetes mellitus yang baru pulih dari diabetik ketoadosis (DKA) mengenai pengambilan tes untuk pencegahan kambuhnya serangan. Petunjuk manakah yang penting ditekankan oleh perawat?

a. Tes kadar keton urin

b. Monitor glukosa darah dengan sering

c. Makan secara teratur sesuai anjuran diet

d. Makan 6 kali dalam jumlah kecil tiap hari

e. Lakukan follow up kesehatan yang memadai

Jawaban: (B) Monitor glukosa darah dengan sering

Pembahasan: 

Pendidikan kesehatan pada pasien setelah perawatan DKA harus menekankan pada kebutuhan monitoring glukosa darah antara 4 sampai 5 kali perhari. Penting juga diinstruksikan kepada pasien untuk memberitahukan kepada tenaga kesehatan bila serangan terjadi. Adanya keton urin mengindikasikan bahwa DKA terjadi. Pasien harus makan dengan kandungan gizi seimbang, termasuk snack seperti yang dianjurkan.


37. Seorang perawat mencatat bahwa pasien dengan diabetes mellitus tipe I mengalami lipodystrophy pada kedua paha atas. Manakah informasi selanjutnya yang harus didapatkan perawat selama proses pengumpulan data?

a. Konsistensi hasil aspirasi

b. Merencanakan obat peroral

c. Persiapan area yang akan diinjeksi

d. Rencana rotasi lokasi untuk injeksi

e. Sudut dimana pemberian obat akan diberikan

Jawaban: (D) Rencana rotasi lokasi untuk injeksi

Pembahasan: 

Liposdistrofi (adalah hipertrofi pada jaringan subkutan tempat injeksi) terjadi pada beberapa pasien diabetes mellitus saat tempat injeksi yang sama digunakan dalam waktu lama. Pasien kemudian diminta untuk merotasi tempat injeksi untuk mencegah terjadinya kerusakan jaringan kulit. Persiapan tempat, aspirasi, dan sudut penyuntikan insulin tidak menyebabkan kerusakan jaringan.


38. Seorang perawat memastikan lokasi fistula arteriovenosus pada lengan kiri pasien untuk mempersiapkan tindakan hemodialisis. Indikasi manakah yang menunjukkan bahwa fistula dimaksud telah paten?

a. Kehadiran nadi radialis pada lengan kiri

b. Terdapat denyutan pada fistula saat dipalpasi

c. Kehadiran nadi ulnaris pada pergelangan tangan kiri.

d. CRT kurang dari 3 detik pada kuku di jari tangan kiri

e. Hilangnya suara desiran pada fistula saat diauskultasi

Jawaban: (B) Terdapat denyutan pada fistula saat dipalpasi

Pembahasan: 

Seorang perawat memastikan fistula dengan mempalpasi untuk adanya denyutan atau suara desiran saat auskultasi. Kehadiran denyutan atau suara desiran mengindikasikan kepatenan fistula. Meski nadi radialis pada pergelangan tangan kiri dan CRT kurang dari 3 detik pada jari tangan kiri adalah kondisi normal yang diharapkan, kedua hal tersebut tidak memastikan kepatenan dari fistula.


39. Seorang pasien dengan riwayat penyakit paru beresiko terjadi asidosis respiratorik. Tanda dan gejala mana yang harus dilakukan pengkajian perawat untuk karateristik kelainan itu?

a. Bradipnea, pusing, parestesi

b. Bradikardi dan hiperaktifitas

c. Sakit kepala, sulit tidur dan bingung

d. Penurunan rerata dan kedalaman pernapasan

e. Penurunan rerata dan kedalaman pernapasan

Jawaban: (C) Sakit kepala, sulit tidur dan bingung

Pembahasan: 

Ketika pasien mengalami asidosis respiratorik, rerata kedalaman pernapasan meningkat sebagai kompensasi. Pasien juga mengalami sakit kepala sulit tidur; perubahan status mental, seperti mengantuk dan bingung, gangguan visual, diaforesis, sianosis karena hipoksia menjadi semakin akut, hiperkalemia, nadi cepat dan ireguler, serta distrimia. 


40. Pasien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami paralisis pada tubuh bagian atas, sudah diintubasi dan diberikan ventilasi mekanik. Manakah strategi yang harus dimasukkan perawat pada perencanaan keperawatan untuk menbantu pasien menghadapi penyakitnya ?

a. Memberikan obat penenang melalui intravena

b. Mengurangi distraksi dan membatasi pengunjung

c. Memberikan umpan balik positif dan mendorong ROM aktif

d. Memberikan pasien kontrol penuh atas keputusan perawatan dan membatasi pengunjung

e. Memberikan informasi, memberikan umpan balik yang positif, dan mendorong relaksasi

Jawaban: (E) Memberikan informasi, memberikan umpan balik yang positif, dan mendorong relaksasi.

Pembahasan: 

Pasien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami ketakutan dan kecemasan akibat paralisis tubuh bagian atas, serta munculnya gangguan yang tiba-tiba. Perawat dapat mengurangi ketakutan dengan memberikan informasi yang akurat tentang kondisi pasien , memberikan perawatan lanjut, dan umpan balik positif pada pasien, mendorong relaksasi, serta distraksi. Keluarga bisa dilibatkan pada aktifitas tertentu dan memberikan hiburan untuk pasien juga.


Kesimpulan

Itulan beberapa contoh kumpulan Soal Uji Kompetensi Keperawatan Medikal Bedah, menjadi referensi panduan bagi para honorer tenaga kesehatan yang saat ini sedang mempersiapkan diri mengikuti seleksi PPPK. 

Untuk lebih lengkapnya telusuri GoogleNews. Semoga Sukses!


Tag:

soal,

pppk,

tryout,

perawat,

ayopppk,

soal pppk,

download,

soal p3k perawat pdf,

soal pppk perawat 2023,

soal p3k perawat 2023 pdf,

kisi-kisi soal p3k perawat,

soal pppk kesehatan 2023 pdf,

soal pppk perawat ahli pertama,

contoh soal p3k perawat dan jawabannya,

download kumpulan soal p3k perawat dan jawabannya,