Detik Detik Peristiwa Pemb*nuhan Brigadir J, Ditemb4k dari Jarak 16cm

Layarmaya.id - Meyentuh sebulan lebih berlalu, sejak peristiwa tewasnya Brigadir Yosua atau Brigadir J tapi masih banyak kepingan cerita yang tertinggal dan belum terungkap, tak lain karena terlalu banyak melibatkan kebohongan. 

Pada 11 Juli 2022 dalam Konferensi pers pertama kasus ini, Mabes Polri menyatakan, Brigadir Yosua terbunuh dalam baku tembak dengan Barada Eliezer. Dalam dugaan Polri, Barada ini agar melindungi Putri Cendrawati selaku istri Irjen FS dari pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yosua.

Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadan menyatakan Brigadir Yosua melepaskan tujuh tembakan dibalas lima tembakan oleh Barada E, namun ada Sekian banyak kejanggalan dari kelanjutan kasus ini dari hasil pemeriksaan Komnas HAM, Hingga beberapa kejanggalan dari cerita awal diakui oleh Ferdy sambo sebagai skenario rancangan dirinnya sendiri. 

Ahmad Taufan Damanik mengatakan : saudara FS ini dia pada pokoknya mengakui dua hal, pertama dia mengakui bahwa dialah otak pembunuhan atau penembakan Brigjen Joshua. Yang kedua dia mengakui dialah kotak yang merancang obstruction of Justice dengan misalnya mengubah TKP, menghilangkan beberapa barang bukti seperti dekoder CCTV alat-alat komunikasi dan lain-lain termasuk juga mengkondisikan supaya orang-orang yang menjadi saksi kunci itu memberikan keterangan sebagaimana skenario yang dia mau buat. Itu diakuinya sebagai rancangan dia ada setelah itu semua, dia siapkan alat pendukungnya.

Pada 9 Agus 2022 Kapolri akhirnya mengumumkan tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak, Irjen pol Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka menyusul penetapan tiga tersangka lain. Sambo disebut menjadi dalang yang memerintahkan Barada E untuk menembak Brigadir Yosua. Tim Polri juga menetapkan Putri C sebagai tersangka untuk kasus pembunuhan berencana ini. Komnas HAM ikut meyakini bahwa penembakan terhadap Brigadir Yosua dilakukan bukan oleh Barada E seorang. 

Ahmad Taufan Damanik menanbahkan kini bahwa memang tidak mungkin dilakukan oleh seorang sendirian karena misalnya arah peluru datangnya dari tempat yang berbeda, ya akhirnya Tidak mungkin orang yang sama berbolak-balik dari satu tempat ke tempat lain untuk tembakannya. Kedua juga indikasi bahwa pelurunya jenisnya juga berbeda satu posisi tubuh Joshua dengan posisi tubuh yang lain itu, ada ukuran yang berbeda satu dengan lainnya. 

Jadi sangat mungkin terjadi bahwa itu dilakukan oleh lebih dari satu orang dan dalam hal ini kalau kita merujuk kepada pengakuan Richard selain lihat tadi dikatakannya adalah saudara FS. Detail kronologi terbaru yang disampaikan Timsus Polri menunjukkan kejinya peristiwa penembakan ini. Ferdy sambo, Brigade Eliazer , Ma'ruf, Bripka Rizki bersama Brigadir Yosua berkumpul di ruang tamu rumah dinas Sambo. 

Yosua diminta berlutut menghadap pintu kamar mandi sambil melipatkan kedua tangan di belakang kepala, dihadapannya Richard Tengah mengacungkan pistol. Ferdi lalu berteriak memerintahkan Barada E melepaskan tembakan. Maka terjadilah, Richard melepaskan peluru dari jarak sekitar dua meter dengan pistol Glock 17 sebanyak tiga kali ke arah Yosua hingga tersungkur dengan baju putih Yoshua bersimbah darah.

Seakan tak cukup begitu saja, menurut Richard dalam keterangannya kepada polisi. Sambo kemudian menambahi dengan menembak dua kali bagian belakang kepala Yosua hanya dalam jarak sedekat 16 cm atau sepanjang sedotan minuman. Ia lalu menembaki dinding ruangan itu sebanyak tiga kali, mencoba membentuk alibi seakan-akan pernah terjadi baku tembak di sana. Terakhir Sambo mengoleskan sisa gelaga dari sarung tangan hitamnya ke tangan jenazah yoshua demi melengkapi narasi kebohongannya.

Puzzle ini belum terangkai lengkap, kepingan yang diperoleh kadang menuntun pada gambaran lebih untuk kadang malah menenggelamkanku kita pada kebingungan baru, akal sehat kita berkali-kali coba dipermainkan. Mirisnya justru oleh penegak hukum yang harusnya memastikan kebenaran menjadi pemenang Mari kita Kawal tanpa jenuh fakta-fakta dari berbagai kepingannya. Jangan pernah lupa di negeri ini sudah terlalu banyak puzzle yang tidak selesai.()